BicaraEnergi.com

Semua bicara, semua energi, untuk semua!

Agenda: Dialog PLTMH di ITB, 14 Maret 2012

Ada informasi kegiatan menarik bagi kamu yang berkecimpung di atau tertarik dengan dunia mikro hidro. Atiek, seorang teman yang bekerja sebagai advisor Mini Hydro Power Project di GIZ memberikan saya informasi tentang kegiatan ini. Selain diskusi tentang mikro hidro bersama dengan pembicara yang merupakan praktisi energi (terutama bidang mikro hidro), kamu juga berkesempatan untuk mengunjungi pusat pelatihan mereka.

Berikut informasinya. Continue reading

Tren 2012, Gaya Hidup Hemat Energi

Lebih dari sekedar cantik, ini tren gaya hidup 2012.

Tahukah kamu kalau rambut pendek rapi itu hemat energi dibanding rambut gondrong?

Hitungannya begini, misal biaya yang dikeluarkan untuk pangkas Rp. 25,000 setiap bulan. Rambut tipis dan rapi, hanya perlu dikeramas menjaga kesehatan dua hari sekali, menghabiskan satu botol shampo 250 ml seharga Rp. 10,000. Jadi total pengeluaran Rp. 35,000/bulan.

Sedangkan ketika gondrong, butuh tiga botol shampo setiap bulan, Rp. 30,000. Dan AC yang harus dinyalakan selalu agar rasa di kepala tidak gerah, 350 watt x 24 jam per hari x 30 hari dalam satu bulan x Rp. 790/kWh sama dengan Rp. 199,080 per bulan. Jadi total pengeluaran adalah Rp. 229,080 per bulan atau sekitar tujuh kali lipat dari biaya yang dikeluarkan dengan rambut pendek. Dan ingat, itu belum termasuk konsumsi listrik dari mesin pengering rambut.

Kecuali kamu sedang dikontrak jadi bintang iklan oleh sebuah produk shampo terkenal, rasanya pilihan rambut pendek lebih bijak. Bahkan jadi tren 2012 malahan. Tak percaya, coba tanya tukang salon yang kebanjiran order potong rambut model bob ala Luna Maya. ;-) Continue reading

Pasang Label Hemat Energi di Jidat

Istri saya protes. Kita tidak bisa menunggu sampai akhir 2012 ini untuk beli kulkas dan televisi, 2013 untuk beli AC atau kipas angin, 2014 untuk beli mesin cuci, apalagi menunggu hingga 2015 untuk beli penanak nasi yang ada label hemat energinya.

Apartemen baru kami akan ditempati bulan Maret nanti dan selain kipas angin atau AC yang masih belum bisa diputuskan, kita juga akan membeli peralatan elektronik lainnya seperti TV dan kulkas.

Selain lampu yang sudah ada label hemat energinya, sepertinya kami terpaksa bergantung kepada logo Energy Star saja, dan secara langsung mendiskusikan konsumsi listrik dari setiap peralatan elektronik tersebut dengan penjualnya.

Anggaplah urusan beli-beli yang hemat energi selesai (saya akan sampaikan perkembangannya nanti), lalu bagaimana dengan rencana pemakaiannya sendiri? Continue reading

Ikuti Label Hemat Energi, UUD

Saya dan istri sedang merancang interior untuk unit apartemen baru yang akan kami tempati bulan Maret nanti. Salah satu diskusi yang cukup alot adalah tentang perlu tidaknya kami memasang unit pendingin/AC di apartemen tersebut. Sejatinya kami berdua sangat perhatian terhadap isu lingkungan maupun konservasi dan efisiensi energi. Namun masalahnya, udara panas Jakarta belakangan ini semakin sulit untuk diajak berdamai, dampak yang tak terelakkan dari perubahan iklim. Dua minggu terakhir ini kami bisa menjalani hari di apartemen yang kami tempati sekarang tanpa harus menyalakan AC, cukup mengandalkan kipas angin saja. Tapi pernah ada masa dimana memberikan kami tanpa pilihan kecuali memasang AC.

Kipas angin vs unit pendingin/AC!

Selain karena wujud nyata dari peduli lingkungan, ini juga menyangkut usaha konservasi dan efisiensi energi, dan tentu saja UUD… ujung-ujungnya duit yang harus dikeluarkan setiap bulan bisa serendah mungkin tanpa mengurangi rasa nyaman sebenarnya. Continue reading

Basmi Vampir Energi, Sekarang!

Hasil hitungan sendiri, kelalaian sendiri, tetapi saya masih cukup kaget dengan angka 200 milyar rupiah yang terbuang sia-sia setiap bulannya hanya gara-gara ada sepersepuluh orang di Indonesia yang melakukan kelalaian yang sama dengan saya, membiarkan TV dalam keadaan stand-by saat tidak dinyalakan.

Kondisi stand-by ini tidak hanya terjadi pada TV, tetapi juga pada peralatan elektronik lainnya di rumah seperti AC, kulkas, microwave, charger HP atau komputer. Dalam kondisi stand-by, walaupun sedang tidak digunakan, peralatan-peralatan elektronik, walau dalam jumlah yang rendah, namun masih saja mengkonsumsi listrik. Bahkan, beberapa diantaranya memiliki tingkat konsumsi energi listrik yang tetap tinggi ketika dalam modus stand-by atau pun ketika dimatikan.

Kondisi konsumsi energi saat tidak digunakan ini lazim disebut dengan vampir energi. Ya, sama dengan vampir yang sering kita lihat di berbagai film, vampir energi juga menghisap, menghisap energi listrik dari segala perangkat yang tetap terpasang ke jala-jala listrik di rumah ketika perangkat itu dalam posisi stand-by atau bahkan ketika sudah dimatikan.

Lalu berapa banyak energi yang dihisap sang vampir? Continue reading