Skip to content

Statistik Energi versi IEA : Gas dan Batu-bara Indonesia

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), sebuah lembaga bentukan OECD, organisasi negara maju yang bermarkas di Paris, Prancis, baru-baru ini merilis sebuah publikasi yang berjudul 2011 Key World Energy Statistics. Publikasi ini membahas secara ringkas informasi tentang pasokan dan konsumsi energi di dunia. Informasi 10 besar produser, eksporter dan konsumer utama dari tiga bentuk sumber energi utama: minyak, gas, dan batu-bara untuk tahun 2010 disampaikan dalam format tabel yang ringkas.

Untuk minyak, seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya bahwa Indonesia defisit minyak, jadi kita lewatkan informasi ini.

Yang menjadi perhatian saya adalah tabel informasi gas dan batu-bara. Perhatikan tabel yang saya kutip dari publikasi IEA tersebut.

Producers, net exporters and net importers of natural gas (IEA)

Data tahun 2010, Indonesia memproduksi 88 bcm (billion cubic metres), 2.7% dari 3,282 bcm total produksi dunia. Beda tipis dengan Belanda yang memproduksi 89 bcm. Namun, per 2010 tersebut, Indonesia mengekspor hampir setengah dari produksi yaitu 42 bcm. Sedangkan Belanda hanya mengekspor 34 bcm di tahun yang sama. Dari data ini terlihat kebutuhan gas domestik yang dipenuhi hanya 46 bcm, lebih rendah 9 bcm dari Belanda. Padahal secara geografis, luas wilayah Indonesia hampir 42x dan populasi 14x dari Belanda.

Data batu-bara, tahun 2010, Indonesia mencatat jumlah produksi 173 Mt Hardcoal dan 163 Mt Browncoal. Jumlah ini  hanya sekitar 10% dari jumlah produksi China. Namun pada kenyataannya, Indonesia adalah negara eksporter kedua di bawah Australia dengan 162 Mt Hardcoal ekspor setiap tahunnya.

Producers, net exporters and net importers of coal (IEA)

Unduh informasi lengkap dari Key World Energy Statistics 2011, di sini,

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS