Skip to content

Pilih Efisiensi Energi atau Konservasi Energi?

Efisiensi Energi dan Konservasi Energi.

Familiar dengan dua istilah di atas, bukan? Namun tahukah kamu kalau ada perbedaan mendasar dari dua istilah di atas?

Sebelum saya menjelaskan pengertiannya masing-masing, saya terlebih dahulu ingin memperlihatkan sebuah diagram sederhana yang sangat menarik. Diagram ini pertama kali saya lihat dari presentasinya Dr. Brahmanand Mohanty, seorang konsultan energi kelas dunia saat berpartisipasi pada sebuah pelatihan efisiensi energi yang diselenggarakan di kantor PBB untuk Asia Pasifik di Bangkok awal tahun 2011.

Huge losses between primary energy supplied and the energy service rendered.

Jika kita asumsikan kita mengeluarkan biaya seratus perak untuk membeli batu-bara yang akan digunakan sebagai bahan bakar dari unit pembangkit listrik, maka hanya senilai TIGA (ya, saya tulis dalam huruf kapital semua)… TIGA PERAK saja yang kita nikmati dalam rupa cahaya lampu di rumah.

Bayangkan, kita rugi 97%. Ada yang mau terima kondisi tersebut dalam berinvestasi?

Namun tidak berhenti di situ saja. Adakah yang mau mengakui bahwa dari nilai tiga perak tersebut, bisa jadi hanya satu perak yang benar-benar kita nikmati? Ya, saya berbicara tentang lampu teras yang terus menyala padahal sudah siang, charger HP yang ditinggal dalam keadaan tetap tersambung padahal tidak sedang digunakan, ataupun TV yang tetap menyala walaupun tidak sedang ditonton.

(Catatan: lebih detil, kamu bisa hitung konsumsi listrik semua peralatan tersebut dengan menggunakan kalkulator energi).

Melihat diagram di atas, kamu jadi tahu mengapa sekarang sering sekali terdengar ajakan untuk Efisiensi Energi dan Konservasi Energi, bukan?

Walaupun dua-duanya adalah bertujuan untuk menahan laju konsumsi energi kita, tapi ada baiknya kamu mengerti akan masing-masingnya.

Konservasi Energi

Keputusan Presiden No. 43 tahun 1991 tentang Konservasi energi mendefenisikan bahwa konservasi energi adalah kegiatan pemanfaatan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi pengunaan energi yang memang benar-benar diperlukan untuk menunjang pembangunan.

Diperbaharui, menurut Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, definisi konservasi energi adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya.

Paham yang dimaksud tentang konsevasi energi? Lalu bagaimana dengan efisiensi energi?

Oke, kita lupakan sejenak defenisi versi pemerintah ini.

Saya coba jelaskan versi sederhananya saja dengan sebuah contoh di rumah.

A. Mematikan lampu meja belajar ketika sedang tidak digunakan.

B. Mengganti lampu meja belajar dari lampu pijar menjadi lampu neon.

Tindakan A adalah konservasi energi, sedangkan tindakan B adalah efisiensi energi.

Jadi konservasi energi tersebut adalah mengurangi konsumsi energi dengan mematikan peralatan yang tidak sedang digunakan. Jika selama ini kita sering membiarkan lampu belajar tetap menyala walau sedang tidak digunakan, maka ketika kita mematikannya, maka akan ada sejumlah energi yang bisa kita hemat.

Sedangkan efisiensi energi adalah penggunaan energi secara efisien dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit. Lampu belajar yang tadinya berkapasitas 80Watt, kita ganti dengan lampu neon yang hanya berkapasitas 12Watt. Walaupun kapasitasnya jauh lebih rendah, namun daya terang yang dihasilkan oleh lampu neon 12Watt sama dengan 80Watt (ilustrasi perbandingan semata). Jadi kita menggunakan energi yang jauh lebih sedikit untuk memperoleh manfaat yang sama. Dan tahukah kamu kalau lampu neon ini tahun hingga delapan kali lipat lebih lama dari pada lampu pijar.

Contoh lain adalah memilih jalan kaki ke kantor, itu konservasi energi. Tetapi mengganti mobil kamu dengan keluaran terbaru, kapasitas cc sama, namun jauh lebih irit, itu efisiensi energi.

Contoh lagi, menyetel AC di suhu 25 derajat itu namanya konservasi energi. Tetapi mengganti AC kamu yang mampu menghasilkan pendinginan 23 derajat dengan konsumsi listrik yang sama dengan 25 derajat yang dihasilkan oleh unit AC sebelumnya, itu efisiensi energi.

Bisa sebutkan contoh yang lain?

Tapi ingat, pilih efisiensi atau konservasi energi, apapun itu saatnya kita bijak menggunakan energi. #SaveEnergy

7 Comments Post a comment
  1. Blogpost: Hari ini mau konservasi energi / efisiensi energi? Tentukan aksimu http://t.co/GabZuXnT @EECCHI #SaveEnergy

    December 27, 2011
  2. Fuadi #

    Nice article.. So kalau saya disini disconnect internet konservasi energy seberapa banyak yaa :p

    December 27, 2011
  3. Hi mas Beni,

    Soal jalan kaki emang betul banget. Lebih sehat , murah dan hemat energi , mau dibandingin dengan mobil paling hemat energi pun jalan kaki tetap prioritas nomer satu untuk rute-rute pendek. Sayangnya kota-kota di Indonesia belum mempertimbangkan tata ruangnya untuk lebih ramah pejalan kaki.

    January 1, 2012
  4. Ayo kurangi pemakaian!! Pilih Efisiensi Energi atau Konservasi Energi? http://t.co/kbSDPzqe via @benisuryadi

    January 18, 2012

Trackbacks & Pingbacks

  1. PP No.70/2009 Konservasi Energi dan Peran Kita
  2. Satu Kelalaian Energi, Milyaran Rupiah Terbuang
  3. BPPT: Outlook Energi Indonesia 2011

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS