Skip to content

Basmi Vampir Energi, Sekarang!

Producers, net exporters and net importers of natural gas (IEA)

Hasil hitungan sendiri, kelalaian sendiri, tetapi saya masih cukup kaget dengan angka 200 milyar rupiah yang terbuang sia-sia setiap bulannya hanya gara-gara ada sepersepuluh orang di Indonesia yang melakukan kelalaian yang sama dengan saya, membiarkan TV dalam keadaan stand-by saat tidak dinyalakan.

Kondisi stand-by ini tidak hanya terjadi pada TV, tetapi juga pada peralatan elektronik lainnya di rumah seperti AC, kulkas, microwave, charger HP atau komputer. Dalam kondisi stand-by, walaupun sedang tidak digunakan, peralatan-peralatan elektronik, walau dalam jumlah yang rendah, namun masih saja mengkonsumsi listrik. Bahkan, beberapa diantaranya memiliki tingkat konsumsi energi listrik yang tetap tinggi ketika dalam modus stand-by atau pun ketika dimatikan.

Kondisi konsumsi energi saat tidak digunakan ini lazim disebut dengan vampir energi. Ya, sama dengan vampir yang sering kita lihat di berbagai film, vampir energi juga menghisap, menghisap energi listrik dari segala perangkat yang tetap terpasang ke jala-jala listrik di rumah ketika perangkat itu dalam posisi stand-by atau bahkan ketika sudah dimatikan.

Lalu berapa banyak energi yang dihisap sang vampir?

Hasil pengamatan saya, dari berbagai informasi spesifikasi peralatan elektronik, juga mengacu kepada data yang ditampilkan EECCHI pada kalkulator energinya, setiap peralatan elektronik bisa diasumsikan akan mengkonsumsi 1/10 watt dari besaran watt yang dikonsumsi pada saat operasi normal.

Misalnya TV, pada saat dinyalakan mengkonsumsi 200 watt, maka konsumsi saat keadaan stand-by adalah sekitar 20 watt. Dalam satu hari, buat keluarga yang hanya menempati rumah saat malam, TV hanya menyala maksimum 4 jam, 20 jamnya stand-by. Selama satu bulan, konsumsi listrik untuk TV adalah 36 kWh dan vampir berhasil menghisap 12 kWh, atau Rp. 9,840. Namun bagi keluarga yang sang Ibu di rumah selalu, bisa jadi TV menyala dari pagi hingga malam menemani bekerja mengurus rumah, kurang lebih 12 jam, maka 12 jam lainnya adalah stand-by. Selama satu bulan, konsumsi listrik untuk TV 72 kWH, dan vampir berhasil menghisap 7.2 kWh, atau Rp. 5,688.

Lalu komputer. Cukup mengagetkan, walaupun sudah di shut-down, selama kabel listriknya masih terhubung,  pada kenyataannya komputer tetap saja masih mengkonsumsi listrik. Perangkat-perangkat yang terhubung dengan komputer, seperti monitor, printer, USB hub, scanner, modem, dan lainnya juga terus mengkonsumsi energi listrik bahkan ketika mereka tidak digunakan.

GOOD memperkirakan, vampir mengisap sekitar 28 kWh setiap bulannya atau Rp. 22,120 dari sebuah komputer desktop dan monitornya, dan sekitar 12 kWh atau Rp. 9,840 dari sebuah laptop kecil.

Tak berbeda dengan AC yang tanpa kita sadari juga selalu dalam keadaan stand-by, menunggu informasi ON dari remote control. Justru AC ini malah lebih vampir lagi menurut saya karena tidak seperti TV yang terlihat lampu merah stand-bynya menyala, tak ada tanda-tanda posisi stand-by pada AC. Dan jika pada TV, kita masih sering menemukan orang yang memasangkan stop kontak atau mencabut kabelnya saat tidak digunakan, saya tak pernah menemukannya AC yang terhubung dengan stop kontak yang bisa dimatikan, atau kabelnya yang bisa kita cabut langsung. Perkiraan saya, untuk AC kapasitas 1 PK, paling tidak 50 watt dikonsumsi terus-menerus dalam keadaan stand-by. Itu artinya, setiap bulan, vampir energi berhasil menghisap 30 kWh atau Rp. 23,700.

Info Grafis Energi dan Uang yang dihisap Vampir dari berbagai alat elektronik (GOOD.is)

Itu baru TV, komputer dan AC. Bagaimana dengan kulkas dan peralatan elektronik lainnya? Peralatan elektronik yang menyala selalu 24 jam dan terus menerus terhubung dengan energi listrik seperti kulkas dan water dispenser yang ada fungsi pemanasnya, peralatan elektronik yang menggunakan energi listrik untuk fungsi display seperti tampilan jam pada radio, microwave, atau indikator pada coffe maker, atau peralatan elektronik yang terus menerus dalam posisi stand-by, seperti printer yang terus menerus dalam posisi stand-by menunggu sinyal dari komputer atau televisi yang menunggu sinyal remote control. Good menampilkan grafik yang menarik tentang hal ini.

Semua bisa dihitung satu persatu. Dan angka yang dihasilkan, seperti pada beberapa contoh perhitungan di atas memang tidaklah terlalu besar.

Ya, jika dilihat secara individual per masing-masing kasus.

Namun, jika kita lihat secara keseluruhan, sungguh mengerikan sekali angka yang dihisap sang vampir.

Dari TV saja, perkiraan 40 juta TV di Indonesia, vampir bisa menghisap hingga 200 milyar rupiah setiap bulannya.

Dari komputer, berdasarkan data majalah Chip, dengan TDL yang diperbaharui, vampir bisa menghisap lebih dari 180 milyar rupiah setiap bulannya.

Dari AC, dengan perkiraan penjualan AC sejumlah 1.8 juta unit saja pada tahun 2011 lalu, vampir bisa menghisap hampir 50 milyar rupiah setiap bulannya.

Total 430 milyar rupiah setiap bulan dihisap vampir cuma dari TV, komputer dan AC saja!

Tidak ada waktu lagi. Saatnya berperang melawan vampir. Ada beragam petunjuk cara yang bisa kita  lakukan untuk mengurangi vampire power. Hanya membeli peralatan yang berlabelkan hemat energi, atau memasang power surchage.

Namun sejatinya hanya ada satu cara yang ampuh, yaitu cabut peralatan elektronik dan listrik saat tidak digunakan. Memang bikin malas, tetapi kita harus menunjukkan teladan.

Sekarang juga, sebelum vampir semakin mengisap kita. Sekarang juga #SaveEnergy.

3 Comments Post a comment
  1. Blogpost: Menghisap ratusan milyar rupiah, basmi vampir energi, sekarang! http://t.co/lpECI5Lk @EECCHI Ayo #SaveEnergy

    January 23, 2012
  2. dalam keadaan standby pun elektronik tetap menghisap listrik, http://t.co/nNsdmQv8

    February 19, 2012
  3. Najismi oon, elektro kebe RT “@_ijul_: dalam keadaan standby pun elektronik tetap menghisap listrik, http://t.co/yFokzqjk

    February 19, 2012

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS