Skip to content

Ikuti Label Hemat Energi, UUD

Saya dan istri sedang merancang interior untuk unit apartemen baru yang akan kami tempati bulan Maret nanti. Salah satu diskusi yang cukup alot adalah tentang perlu tidaknya kami memasang unit pendingin/AC di apartemen tersebut. Sejatinya kami berdua sangat perhatian terhadap isu lingkungan maupun konservasi dan efisiensi energi. Namun masalahnya, udara panas Jakarta belakangan ini semakin sulit untuk diajak berdamai, dampak yang tak terelakkan dari perubahan iklim. Dua minggu terakhir ini kami bisa menjalani hari di apartemen yang kami tempati sekarang tanpa harus menyalakan AC, cukup mengandalkan kipas angin saja. Tapi pernah ada masa dimana memberikan kami tanpa pilihan kecuali memasang AC.

Kipas angin vs unit pendingin/AC!

Selain karena wujud nyata dari peduli lingkungan, ini juga menyangkut usaha konservasi dan efisiensi energi, dan tentu saja UUD… ujung-ujungnya duit yang harus dikeluarkan setiap bulan bisa serendah mungkin tanpa mengurangi rasa nyaman sebenarnya.

Siang tadi, saya menyempatkan untuk mendatangi sebuah toko elektronik di mall komplek apartemen, bermaksud untuk mempelajari lebih jauh tentang kipas angin dan AC. Dan tentu saja, ini bukan sekedar memilih di antara keduanya, karena ketika sudah menetapkan memilih kipas angin atau AC pun saya ingin produk tersebut adalah yang memiliki label hemat energi.

Tahu mengapa label hemat energi ini penting?

Tentu saja karena saya, dan tentu juga anda semua, akan lebih memilih peralatan elektronik yang mampu memberikan hasil yang sama bagusnya, namun mengkonsumsi listrik lebih rendah. Ingat, UUD, bukan?

Lebih jauh, pemilihan peralatan listrik dengan label hemat energi merupakan salah satu langkah awal yang strategis dalam proses perubahan sikap dan tindakan ke arah hemat energi.

Labelisasi adalah penyebaran informasi kepada konsumen yang memuat petunjuk penting tentang efesiensi pemanfaatan energi ditingkat penjual melalui label produk. Maksud dari program ini adalah untuk secara jelas menunjukkan efisiensi pemanfaat/peralatan listrik kepada konsumen. Efisiensi energi dalam hal ini berkaitan dengan konsumsi dan performansi energi yang berguna untuk membimbing konsumen kearah hemat energi pada saat pembelian.

Pada dasarnya, label energi berisikan informasi tentang pemakaian energi dari peralatan listrik, berdasarkan metode dan kriteria pengujian tertentu yang dilakukan oleh laboratorium yang telah diakreditasi, yang dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Dengan membandingkan pemakaian energi dari produk sejenis, akan terlihat produk mana yang lebih efesien, sehingga terjadi suatu kompetisi dari pada produsen peralatan listrik untuk menghasilkan produk yang lebih efesien.

Seperti yang pernah saya ceritakan, pemberian label hemat energi pada beragam peralatan elektronik di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1999.

Program labelisasi dari pemerintah ini cukup berhasil pada produk lampu hemat energi. Tahun lalu, pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 06 tahun 2011 menegaskan tentang Pembubuhan Label Tanda Hemat Energi untuk Lampu Swabalast. Kondisi ini tentu saja menguntungkan bagi kita, karena sekarang dengan mudah kita menemukan lampu hemat energi, dengan memperhatikan jumlah bintang yang tertera dalam label hemat energi. Semakin banyak jumlah bintangnya, maksimal empat, maka semakin hemat energi produk tersebut.

Tapi sayangnya masih belum dengan kipas angin maupun AC. Pelayan toko elektronik yang saya datangi hari ini, sampai saat ini belum ada label hemat energi versi Indonesia untuk kipas angin dan AC. Jika kita ingin produk yang hemat energi, maka kita bisa mencari yang ada logo Energy Star-nya, label hemat energi versi Amerika. Namun sayangnya, tidak ada pengkategorian tingkat kehematannya.

Mempelajari roadmap yang disusun Kementerian ESDM, pemberlakuan wajib labelisasi hemat energi memang dilaksanakan secara bertahap. Tahun lalu, proses labelisasi hemat energi mulai diberlakukan untuk lampu hemat energi atau swa-ballast. Selanjutnya, pada 2012 ini, proses labelisasi hemat energi akan dilakukan pada kulkas dan televisi. Setelah itu, pada 2013, kewajiban labelisasi hemat energi akan diperluas untuk produk AC dan kipas angin. Kemudian pada 2014, produsen mesin cuci dan setrika yang harus memenuhi kewajiban hemat energi. Terakhir, pada 2015, giliran mesin penanak nasi yang harus menyertakan label hemat energi.

Saya pribadi melihat konsep label hemat energi dengan pencantuman level hematnya, akan sangat membantu buat saya mengambil keputusan alat elektronik yang mana yang akan saya beli.

Saya akan memberikan contoh perhitungan sebagai gambaran (nilai harga dan konsumsi listrik yang ditampilkan adalah sekedar ilustrasi semata, tidak ada referensi).

Misalnya saja ada tiga merek AC yaitu merek A, merek B, dan merek C. Kapasitas masing-masing adalah 1 PK.

Merek A, harganya Rp. 3 juta. Merek B, harganya Rp. 2.8 juta. Merek C, harganya Rp. 2.6 juta.

Merek A, empat bintang, 250 watt. Merek B, tiga bintang, 300 watt. Merek C, tiga bintang 320 watt.

Jika melihat dari sisi harga semata, tentu pilihan kita adalah AC merek C. Namun bagaimana dengan konsumsi listriknya?

Dengan asumsi pemakaian 10 jam sehari, 14 jam stand-by, maka tagihan listrik AC masing-masing AC per bulan dan dalam satu tahun dapat dilihat pada tabel berikut.

Setelah 1 tahun, total biaya AC merek A, lebih rendah dari pada merek B. Dan setelah 2 tahun, total biaya AC merek A paling murah di antara semuanya. Walau kita tahu biaya belinya paling mahal.

Hemat 34 kWh setiap bulan, atau Rp. 27,018, atau Rp. 324,216 dalam setahun. Bayangkan jika ada 1 juta saja orang Indonesia yang memilih secara benar, berapa ratus milyar yang dihemat.

Jadi, sekarang kita tahu merek apa yang harus dipilih bukan? Jadi sekarang kita tahu mengapa begitu pentingnya label hemat energi ini bukan?

Tapi sepertinya kita harus menunggu tahun 2013. #SaveEnergy

2 Comments Post a comment
  1. Blogpost: Cek label hemat energi bukan sekedar gaya-gayaan, tapi bikin kantong kamu aman. http://t.co/i9Gibqr9 @EECCHI Ayo #SaveEnergy

    January 23, 2012

Trackbacks & Pingbacks

  1. Pasang Label Hemat Energi di Jidat

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS