Skip to content

Label Efisiensi Energi di Indonesia

label

Tahun 2010 yang lalu, saat berkunjung ke Paris, diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh International Energy Agency (IEA), saya menemukan sesuatu yang menarik di depan pintu bangunan apartemen yang saya tempati. Mirip dengan stiker sensus yang biasa ditempelkan di kaca depan rumah kita, tetapi isinya adalah semacam label tentang peringkat efisiensi energi dari bangunan apartemen tersebut.

Waktu itu saya tak sempat menggali informasi lebih jauh, hingga pada tahun 2011 yang lalu, ketika ke Paris lagi, saya pergunakan kesempatan tersebut dengan baik untuk mempelajari tentang label unik tersebut.

Jadi di Paris, dan Prancis secara keseluruhan, setiap bangunan memiliki semacam rapor peringkat efisiensi energi yang ditempelkan di depan bangunan tersebut. Peringkat ini mencerminkan seberapa energi efisiensi dari desain, material bangunan, dan juga semua peralatan listrik yang terdapat di dalam apartemen tersebut. Jika desainnya tidak bagus, seperti kurang jendela sehingga mudah panas dan butuh AC dengan kapasitas besar, maka nilainya juga tidak bagus. Namun, jika desainnya bagus, seperti sirkulasi udaranya bagus atau material bangunan yang digunakan ramah lingkungan, maka bangunan tersebut akan mendapatkan peringkat yang bagus.

Menariknya, ketika kita ingin membeli atau menyewa apartemen tersebut, dalam brosurnya akan ada informasi tentang peringkat efisiensi energi dari apartemen tersebut. Dan peringkat ini sangat berpengaruh terhadap harga jual atau sewa. Walaupun apartemen tersebut berada di lokasi sangat bagus, di pusat kota misalnya, namun jika efisiensi energinya jelek, maka harganya akan jatuh, atau sebaliknya.

Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi kita sang pembeli atau penyewa. Tentu saja kita tidak mau kan membeli sebuah apartemen dengan harga yang tinggi, dan ternyata setiap bulannya kita juga harus berurusan dengan tagihan listrik yang tinggi.

Hal yang sama saat kita ingin membeli sebuah peralatan elektronik, entah itu mesin cuci atau AC. Mau produknya setangguh apapun, kalau konsumsi listriknya tinggi, orang akan berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk membelinya.

Label efisiensi energi yang paling terkenal pada peralatan elektronik ini adalah logo Energy Star-nya Amerika. Peralatan elektronik, seperti laptop yang saya pakai menulis artikel ini ada logo bintangnya yang mengindikasikan laptop saya termasuk peralatan efisiensi energi.

Lalu pertanyaanya, apakah Indonesia punya label efisiensi energi?

Untuk bangunan, Konsil Bangunan Hijau Indonesia saat ini dalam tahap penyusunan draft Sistem rating. Dalam sistem ini, ada enam kriteria yang menjadi penilaian, dimana salah satunya adalah Efisiensi Energi & Refrigeran. Tetapi sepertinya, kita masih jauh dari apa yang Paris lakukan. Jika sering bangun pagi di akhir pekan, dan menonton tayangan jualan apartemen, beberapa di antaranya ada yang menonjolkan apartemen yang dijual merupakan bangunan yang hemat energi. Tapi saya tidak tahu pasti seberapa jauh hemat energi yang dimaksud. Yang jelas, ketika beberapa waktu lalu memutuskan untuk membeli apartemen yang saya tempati sekarang, perihal efisiensi energi ini tidak masuk dalam poin jualannya. Yang bisa dan telah saya lakukan bersama istri adalah merancang interior apartemen kami seefisien mungkin menggunakan energi seperti meminimalisasi pemakaian AC dan pemilihan lampu yang hemat energi.

Bagaimana dengan peralatan listrik?

Pemberian label hemat energi pada beragam peralatan elektronik rumah tangga sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Program ini sudah diinisiasi Pemerintah sejak tahun 1999. Label di samping merupakan label yang dikeluarkan Pemerintah pada tahun 2003, yang menampilkan informasi efisiensi energi suatu peralatan berdasarkan jumlah bintangnya. Kriteria tingkat hemat energi merupakan ukuran yang dijadikan dasar untuk menentukan jumlah bintang yang harus dicantumkan dalam label tingkat hemat energi. Kriteria tingkat hemat energi didasarkan pada keluaran pemanfaatan tenaga listrik yang dimanfaatkan konsumen dibandingkan dengan masukan tenaga listrik yang dikonsumsi pemanfaat tersebut, atau penggunaan tenaga listrik untuk periode tertentu.

Sederhananya, semakin banyak bintangnya (maksimal 4), maka semakin efisiensi energilah peralatan tersebut.

Informasi ini tentu saja sangat berguna bagi kita ketika akan membeli sebuah peralatan elektronik, bukan? Siapa yang tak mau alat elektronik kesukaannya irit sekali konsumsi listriknya.

Namun sepertinya program bagus dari Pemerintah ini kurang berjalan dengan maksimal. Saya tak menemukan label tersebut dari TV, kulkas, maupun AC yang saya beli. Bahkan sang penjual juga kebingungan ketika saya menanyakannya. Padahal sungguh ini sesuatu yang sangat baik guna menunjang program #SaveEnergy kita semua.

4 Comments Post a comment
  1. Blogpost: Sebelum beli, periksa dulu, TV atau AC kamu ada label hemat energinya ga? http://t.co/gTYCGVgB @EECCHI #SaveEnergy

    January 17, 2012
  2. mudah2xan ke depannya programnya bisa berjalan dengan baik di Indonesia

    March 3, 2012

Trackbacks & Pingbacks

  1. Basmi Vampir Energi, Sekarang!
  2. Ikuti Label Hemat Energi, UUD

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS