Skip to content

Pasang Label Hemat Energi di Jidat

Istri saya protes. Kita tidak bisa menunggu sampai akhir 2012 ini untuk beli kulkas dan televisi, 2013 untuk beli AC atau kipas angin, 2014 untuk beli mesin cuci, apalagi menunggu hingga 2015 untuk beli penanak nasi yang ada label hemat energinya.

Apartemen baru kami akan ditempati bulan Maret nanti dan selain kipas angin atau AC yang masih belum bisa diputuskan, kita juga akan membeli peralatan elektronik lainnya seperti TV dan kulkas.

Selain lampu yang sudah ada label hemat energinya, sepertinya kami terpaksa bergantung kepada logo Energy Star saja, dan secara langsung mendiskusikan konsumsi listrik dari setiap peralatan elektronik tersebut dengan penjualnya.

Anggaplah urusan beli-beli yang hemat energi selesai (saya akan sampaikan perkembangannya nanti), lalu bagaimana dengan rencana pemakaiannya sendiri?

Yang paling saya takutkan, tentu saja si vampir penghisap energi.

Kelakuan dan gaya hidup memang sedang diperbaharui agar berkarakter konservasi dan efisiensi energi, tetapi mengandalkan sepenuhnya kepada tindakan? Saya masih jauh dari teladan energi. Saya akui saja kalau saya sering membiarkan HP di-charge semalaman atau membiarkan TV dalam keadaan stand-by. Rasanya seperti harus berjalan kaki keliling dunia, malas sekali. Belum lagi sejuta alasan buat mematikan AC yang saya tidak pernah tahu dimana stop kontaknya.

Makanya saya rewel banget mengingatkan sang perancang interior apartemen kami untuk merancang sistem stop-kontak yang akan sangat-sangat memudahkan kami dalam mengkontrol semua peralatan listrik. Semua saklar atau stop-kontak harus dalam mudah dijangkau namun tetap indah dipandang, padu dengan interior ruangan.

Namun, hal ini saja belum cukup.

Saya butuh sesuatu yang tak akan pernah gagal mengingatkan saya untuk selalu bijak memakai energi, sesuatu yang membuat saya selalu waspada akan serangan sang vampir. Istri? Iya, kalau sedang ada di rumah, kalau tidak? :-D

Stiker label. Ya, stiker label. Saya butuh stiker label.

Ini bukan sekedar stiker label yang ada nasehat “matikan lampu saat tidak digunakan” atau “hemat energi selamatkan bumi”. Stiker label seperti ini banyak terpasang dimana-mana tetapi tidak begitu efektif, paling tidak buat saya.

Saya butuh stiker label yang sederhana, yang berbicara dalam bahasa yang mudah saya dan semua orang mengerti. Ingat UUD? Ya, dalam bahasa duit alias uang.

Stiker label sederhana yang menginformasikan berapa rupiah uang yang harus saya keluarkan untuk setiap satu jam pemakaian, dan berapa rupiah yang terbuang sia-sia jika tidak dimatikan atau dibiarkan dalam keadaaan stand-by. Dan untuk membuatnya lebih menohok, saya tambahkan angka ratusan milyarnya yang terbuang sia-sia jika tak ada satupun dari kita yang membuat perbedaan.

Contohnya; TV.

Stiker label dipasangkan pada setiap unit peralatan elektronik di apartemen. Sehingga tiap kali menyalakan, kita secara cepat mengetahui berapa energi dan uang yang akan terbuang. Stiker label ini juga akan mengingatkan kita jika membiarkan TV atau AC dalam keadaan stand-by. Mengingatkan satu kelalaian kecil, adalah bagian dari kelalaian besar bernilai ratusan milyar.

Dengan begini, konservasi dan efisiensi menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kami. Kalau tetap saja ngeyel, berarti seperti yang Papa pernah bilang, pasang di jidat. ;-)

Tetapi tentu saja label ini juga harus padu dan indah dipandang. Saya akan meminta sang desainer interior  membuatkannya untuk kami. Semoga sang desainer interior tidak meminta biaya tambahan untuk hal ini. :-D

Sampai saat ini kami masih berdiskusi dengan sang desainer interior bagaimana caranya agar apartemen baru kami nanti dapat tetap nyaman ditempati tanpa perlu memasang AC. Bukan perkara gampang karena keterbatasan dari desain bangunan apartemen ini yang memang tidak dirancang mengikuti kaidah bangunan hijau.

Dan pertarungan terakhirnya, tentu saja perangkap warna atau tampilan dari peralatan-peralatan elektronik tersebut. Familiar dengan kondisi dimana akhirnya diputuskan beli kulkas merek A karena warna hijaunya sungguh lucu menurut pasangan anda?

Kalaupun harus seperti ini, stiker label siap menghadang setiap kali peralatan tersebut disia-siakan. Mari #SaveEnergy. ;-)

-

Credit: Logo Save Energy dari http://www.top10mustknow.com/wp-content/uploads/2011/06/save-energy.gif

No comments yet

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS