Skip to content

Teladan Hemat Energi, Sekarang

Sekitar 200 milyar rupiah malayang sia-sia cuma gara-gara TV di rumah di biarkan stand-by. Hasil penulusuran saya di internet, perkiraan jumlah TV di Indonesia pada tahun 2009 saja sudah lebih dari 40 juta. Jadi, walaupun sudah mempertimbangkan beberapa orang di antara kita yang cukup sadar dan selalu mematikan TV dari stop kontaknya, nilai yang terbuang ternyata bisa saja lebih dari ini.

Lalu dari lampu kamar mandi yang selalu dibiarkan menyala, dari AC yang terpasang pada suhu terlalu rendah dibanding kebutuhan, dari kulkas yang acapkali diisi dengan makanan dan minuman panas, dari charger HP yang tak dicopot setiap kali selesai digunakan…. Bisa-bisa angkanya triliunan.

Terbayangkan bahwa kelakuan lalai berjamaah kita selama ini ternyata sudah membuat, mungkin saja, sampai triliunan rupiah terbuang sia-sia.

Teman-teman yang beraktivitas di dunia pendidikan, pasti dengan mudahnya akan bisa mengkonversi nilai ini dengan berapa ratus atau ribuan sekolah di Indonesia yang bisa diperbaiki, berapa juta anak putus sekolah yang bisa ditanggung atau berapa ribu jembatan gantung yang bisa diperbaiki agar anak-anak sekolah tak lagi seperti yang baru-baru ini kita lihat, harus menyabung nyawa kala menyeberang sebuah jembatan gantung yang hampir ambruk di daerah Lebak saat berangkat sekolah.

Dan semua itu berujung pada sesuatu yang sederhana saja sebenarnya, kebiasaan kita dalam konservasi energi atau efisiensi energi.

Tapi memang pada kenyataannya, mengubah suatu kebiasaan bukanlah perkara mudah. Dan kunci dasar dari kebiasaan itu sebenarnya adalah dari pendidikan. Pendidikan tentang pentingnya konservasi energi dan efisiensi energi, dan peran dari setiap individu kita untuk melakukannya.

Sederhananya pendidikan tentang konservasi energi dan efisiensi energi ini dapat dilakukan dengan memberikan teladan dalam bertindak. Dan proses ini bisa berlangsung dimana saja, baik itu di rumah, orang tua memberikan contoh kepada anaknya seperti selalu mematikan lampu kamar mandi setiap selesai digunakan, di sekolah, seperti di kantor, atasan mengarahkan agar setiap karyawan mematikan komputer pada saat jam istirahat, ataupun di sekolah, guru yang mengarahkan muridnya untuk lebih memilih kegiatan membaca, menghemat energi dibanding menonton televisi.

Namun, kembali ke permasalah dasar tadi. Membiasakan diri dan memberikan teladan merupakan dua hal yang cukup berat dilakukan.

Berapa banyak di antara atasan yang teriak hemat energi ke semua karyawannya, tetapi dia sendiri selalu menyalakan AC di ruangannya dengan suhu yang sangat rendah dengan alasan kenyamanan.

Berapa banyak di antara guru yang berdiri di depan kelas mengajarkan muridnya tentang pentingnya hemat energi, tetapi komputer sang guru selalu menyala bahkan saat beliau sedang istirahat makan siang.

Atau berapa banyak dari orang tua yang gagal untuk memberikan teladan buat anak-anaknya di rumah. Seringkali malah orang tua yang malas untuk mematikan lampu kamar mandi setiap selesai digunakan atau membiarkan TV menyala, tertidur saat begadang menonton bola setiap malamnya.

Atau yang paling lucunya, berapa banyak para aktivis energi efisiensi, berkampanye tentang hal ini, namun tak melaksanakannya langsung secara pribadi.

Kalau sudah begini, bagaimana bisa kita berharap perilaku hemat energi bisa menjadi kebiasaan buat semua. Padahal kita tahu, satu kelalaian saja, ratusan milyar uang terbuang sia-sia.

Mari sejak saat ini, kita saling memberikan teladan, dan saling mengingatkan untuk selalu hemat energi. Mau pilih, konservasi energi atau efisiensi energi, terserah. Yang penting #SaveEnergy.

One Comment Post a comment
  1. Blogpost: Jangan sekedar cuap-cuap! Tentukan aksi hemat energimu. http://t.co/PiwTpwCh @EECCHI Ayo #SaveEnergy

    January 23, 2012

Leave a Reply

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS