Skip to content

Posts tagged ‘Efisiensi Energi’

Tren 2012, Gaya Hidup Hemat Energi

Lebih dari sekedar cantik, ini tren gaya hidup 2012.

Tahukah kamu kalau rambut pendek rapi itu hemat energi dibanding rambut gondrong?

Hitungannya begini, misal biaya yang dikeluarkan untuk pangkas Rp. 25,000 setiap bulan. Rambut tipis dan rapi, hanya perlu dikeramas menjaga kesehatan dua hari sekali, menghabiskan satu botol shampo 250 ml seharga Rp. 10,000. Jadi total pengeluaran Rp. 35,000/bulan. Read more

Pasang Label Hemat Energi di Jidat

Istri saya protes. Kita tidak bisa menunggu sampai akhir 2012 ini untuk beli kulkas dan televisi, 2013 untuk beli AC atau kipas angin, 2014 untuk beli mesin cuci, apalagi menunggu hingga 2015 untuk beli penanak nasi yang ada label hemat energinya.

Apartemen baru kami akan ditempati bulan Maret nanti dan selain kipas angin atau AC yang masih belum bisa diputuskan, kita juga akan membeli peralatan elektronik lainnya seperti TV dan kulkas. Read more

Ikuti Label Hemat Energi, UUD

Saya dan istri sedang merancang interior untuk unit apartemen baru yang akan kami tempati bulan Maret nanti. Salah satu diskusi yang cukup alot adalah tentang perlu tidaknya kami memasang unit pendingin/AC di apartemen tersebut. Sejatinya kami berdua sangat perhatian terhadap isu lingkungan maupun konservasi dan efisiensi energi. Namun masalahnya, udara panas Jakarta belakangan ini semakin sulit untuk diajak berdamai, dampak yang tak terelakkan dari perubahan iklim. Dua minggu terakhir ini kami bisa menjalani hari di apartemen yang kami tempati sekarang tanpa harus menyalakan AC, cukup mengandalkan kipas angin saja. Tapi pernah ada masa dimana memberikan kami tanpa pilihan kecuali memasang AC.

Kipas angin vs unit pendingin/AC! Read more

Basmi Vampir Energi, Sekarang!

Hasil hitungan sendiri, kelalaian sendiri, tetapi saya masih cukup kaget dengan angka 200 milyar rupiah yang terbuang sia-sia setiap bulannya hanya gara-gara ada sepersepuluh orang di Indonesia yang melakukan kelalaian yang sama dengan saya, membiarkan TV dalam keadaan stand-by saat tidak dinyalakan.

Kondisi stand-by ini tidak hanya terjadi pada TV, tetapi juga pada peralatan elektronik lainnya di rumah seperti AC, kulkas, microwave, charger HP atau komputer. Dalam kondisi stand-by, walaupun sedang tidak digunakan, peralatan-peralatan elektronik, walau dalam jumlah yang rendah, namun masih saja mengkonsumsi listrik. Bahkan, beberapa diantaranya memiliki tingkat konsumsi energi listrik yang tetap tinggi ketika dalam modus stand-by atau pun ketika dimatikan.

Kondisi konsumsi energi saat tidak digunakan ini lazim disebut dengan vampir energi. Ya, sama dengan vampir yang sering kita lihat di berbagai film, vampir energi juga menghisap, menghisap energi listrik dari segala perangkat yang tetap terpasang ke jala-jala listrik di rumah ketika perangkat itu dalam posisi stand-by atau bahkan ketika sudah dimatikan.

Lalu berapa banyak energi yang dihisap sang vampir? Read more

Teladan Hemat Energi, Sekarang

Sekitar 200 milyar rupiah malayang sia-sia cuma gara-gara TV di rumah di biarkan stand-by. Hasil penulusuran saya di internet, perkiraan jumlah TV di Indonesia pada tahun 2009 saja sudah lebih dari 40 juta. Jadi, walaupun sudah mempertimbangkan beberapa orang di antara kita yang cukup sadar dan selalu mematikan TV dari stop kontaknya, nilai yang terbuang ternyata bisa saja lebih dari ini.

Lalu dari lampu kamar mandi yang selalu dibiarkan menyala, dari AC yang terpasang pada suhu terlalu rendah dibanding kebutuhan, dari kulkas yang acapkali diisi dengan makanan dan minuman panas, dari charger HP yang tak dicopot setiap kali selesai digunakan…. Bisa-bisa angkanya triliunan.

Terbayangkan bahwa kelakuan lalai berjamaah kita selama ini ternyata sudah membuat, mungkin saja, sampai triliunan rupiah terbuang sia-sia.

Teman-teman yang beraktivitas di dunia pendidikan, pasti dengan mudahnya akan bisa mengkonversi nilai ini dengan berapa ratus atau ribuan sekolah di Indonesia yang bisa diperbaiki, berapa juta anak putus sekolah yang bisa ditanggung atau berapa ribu jembatan gantung yang bisa diperbaiki agar anak-anak sekolah tak lagi seperti yang baru-baru ini kita lihat, harus menyabung nyawa kala menyeberang sebuah jembatan gantung yang hampir ambruk di daerah Lebak saat berangkat sekolah.

Dan semua itu berujung pada sesuatu yang sederhana saja sebenarnya, kebiasaan kita dalam konservasi energi atau efisiensi energi. Read more